Bellissime Stelle ^^

Appreciating the Smallest Imagination

PENGARUH OSMOTIK KONSENTRASI GARAM HARA TERHADAP ABSORBSI AIR DAN UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN Juni 28, 2010

Filed under: Uncategorized — arcturusarancione @ 7:30 PM
  1. Tujuan

Melihat pengaruh osmotik dari konsentrasi garam hara terhadap absorbsi air dan pertumbuhan tanaman.

  1. Pendahuluan

Salinitas tanah merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan degradasi tanah. Efek salinitas terlihat sangat dominan pada daerah arid dan semi-arid, yang disebabkan oleh manajemen air yang buruk di dalam daerah irigasi.

Ketahanan suatu tanaman terhadap salinitas merupakan hasil dari potensial osmotik dan efek kekuatan ion, yang besarnya berbeda untuk setiap spesies tumbuhan. Pengurangan potensial osmotik sel tumbuhan dengan akumulasi solut netto, dianggap sebagai suatu mekanisme utama untuk mentoleransi kandungan garam yang lebih tinggi. Pengurangan potensial osmotik ini dapat ditelusuri sebagai hasil akumulasi dari aktivitas ion-ion anorganik seperti: Na+, Cl, dan K+ dan solut organik yang cocok (karbohidrat, asam amino, prolin, betain, dll).

Potensial osmotic antara akar dan daun berkontribusi dalam sistem penyerapan air dan tekanan turgor sel tumbuhan. Selain itu, air di dalam sel tumbuhan yang menjadi berkurang akibat akumulasi solut tersebut, memiliki hubungan langsung dengan derajat homeostatis dari ion-ion, nisbah C/N, pemindahan radikal bebas, serta stabilisasi makromolekul dan organel sel (http://www.scielo.br).

Pada praktikum ini, akan digunakan larutan CaCl2 dan air destilata sebagai media pengganti tanah yang bersalinitas tinggi.

III. Hasil Pengamatan

Larutan CaCl2 Tanaman Panjang batang (cm) Keadaan pada hari ke- Penambahan air (ml)
Awal Akhir Pertambahan 2 4 7 2 4 7
aquades A 15 segar segar Mati 4 8 0
B 16 mati mati
0,01 M A 13,2 13,7 0,5 segar segar segar 6,5 11 20
B 18,3 18,4 0,1
0,02 M A 18,5 18,6 0,1 segar segar segar 12 3 10
B 15,5 15,5 0
0,03 M A 19,8 19,8 0 segar segar segar 7 2 12
B 18,5 18,8 0,3
0,05 M A 14 14,2 0,2 segar segar segar 8,5 6 10
B 16,7 16,8 0,1
0,1 M A 17,2 17,2 0 segar segar segar 1 5 3
B 16,1 16,6 0,5
0,2 M A 17,3 segar Agak layu mati 8 1 0
B 17 segar

IV. Pembahasan

Air merupakan sumber kehidupan, tanpa air tidak ada makhluk yang dapat bertahan hidup temasuk tumbuhan. Tumbuhan memanfaatkan air dengan cara mengabsorbsinya melalui partikel-partikel tanah. Proses ini dapat berlangsung karena adanya perbedaan potensial air antara akar dan tanah itu sendiri. Besarnya potensial air dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah potensial osmotik.  Potensial Osmotik terjadi disebabkan oleh adanya bahan terlarut dalam tanah atau larutan yang dapat menurunkan energi bebas air karena ion dan molekul bahan terlarut yang menarik molekul-molekul air (Sutandi, 2006).

Percobaan ini adalah melihat pengaruh konsentrasi osmotik garam hara (CaCl2) terhadap kemampuan tanaman untuk mengabsorbsi air yang bertindak sebagai pelarut dari garam tersebut. Pada umumnya, keberadaan garam-garam terlarut di dalam medium percobaan ini akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman dengan dua cara, yaitu: dengan konsentrasi tinggi ion-ion Ca2+ dan Cl yang terdisosiasi sempurna, sehingga dapat meracuni dan menginduksi gangguan fisiologis tanaman. Kedua, garam-garam terlarut dalam konsentrasi yang tinggi mampu menekan potensial air di dalam medium sehingga menjadi lebih negatif daripada potensial air di dalam tumbuhan itu sendiri. Rendahnya potensial air di dalam medium ini disebabkan oleh konsentrasi zat terlarut, yang mampu menurunkan potensial air. Dalam hal ini, walaupun air di dalam medium berlimpah, namun tidak dapat diserap oleh tumbuhan. Mekanisme yang terjadi justru sebaliknya, air dalam tumbuhan cenderung untuk keluar dari sel-sel tumbuhan menuju ke medium, karena air pasti akan bergerak dari konsentrasi/potensial yang lebih tinggi ke konsentrasi/potensial yang lebih rendah dalam sistem osmotik (http://daunmudha.blogspot.com).

Hal ini mengakibatkan tanaman mengalami kekeringan fisiologis, yang dimulai dari layunya tanaman dan berujung pada kematian. Berdasarkan data, terlihat tanaman dengan perlakuan CaCl2 pada konsentrasi 0,2 M mengalami kematian pada akhir pengamatan. Tanaman pada perlakuan ini mengalami kesulitan untuk mengabsorbsi air yang ada. Apabila dibandingkan dengan tanaman lain yang mendapat perlakuan konsentrasi CaCl2 lebih rendah, mereka (tanaman: red) lebih mampu untuk bertahan hidup karena air yang diserap mencukupi untuk bertahan hidup dan pertumbuhan. Pertumbuhan tersebut dapat diamati dari pertambahan tinggi tanaman dalam satu minggu pengamatan.

Tanaman Phaseolus radiatus dalam medium air destilata B mengalami kematian. Mungkin saja disebabkan oleh kondisi tanaman yang kurang baik saat pemindahan ke dalam medium pengamat berlangsung, atau tanaman tersebut belum mampu beradaptasi dengan lingkungan tumbuh barunya.

  1. Kesimpulan

Air merupakan zat yang sangat esensial bagi kehidupan tanaman dalam menyokong segala proses fisiologisnya. Besarnya konsentrasi garam hara yang terlarut dalam media tumbuh tanaman, dapat mempengaruhi absorbsi air oleh akar sehingga menyebabkan kekeringan fisiologis. Hal tersebut dikarenakan oleh perbedaan potensial osmotik medium dengan akar yang terlampau besar, dan akar menjadi tidak mampu dalam menyerap air yang ada. Semakin tinggi konsentrasi garam terlarut, akan semakin tinggi risiko kekeringan fisiologis yang dialami oleh tanaman.

  1. Daftar Pustaka

Atang Sutandi.2006.Penuntun Praktikum Analisis Tanah.Bogor:Institut Pertanian Bogor.

[Anonim]. 2010. Peranan Air bagi Tanaman [Terhubung berkala]. http://daunmudha.blogspot.com/2010/02/peranan-air-bagi-tanaman.html (20 April 2010)

[Anonim]. 2010. Brazilian Journal of Plant Physiology: Effect of Salt Stress on Plant Growth, Stomatal Response and Solute Accumulation of Different Maize Genotypes [Terhubung berkala].http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid+s1677-0420200400001000005 (19 April 2010)

VII.  Jawaban Pertanyaan

  1. Karena tanaman menjadi jarang berada dalam kondisi terhidrasi penuh, yaitu terhambatnya proses absorbsi air. Tumbuhan akan menderita karena defisit air, yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan dan fotosintesis. Hal yang paling dominan terjadi akibat defisit air ini adalah mengenai pertumbuhan sel. Stres air yang hebat, dapat menyebabkan terhambatnya pembelahan sel, sintesis protein dan dinding sel, penimbunan linarut, penutupan stomata, serta penghambatan fotosintesis. Kekurangan air juga berpengaruh terhadap turgiditas tanaman, sehingga dalam waktu yang relatif lama, tanaman akan layu karena tidak adanya tekanan turgor. Defisit air pada beberapa tanaman ini disebut dengan kekeringan fisiologis, karena potensial air di luar (lingkungan) lebih rendah dibandingkan dengan potensial air di dalam akar. Rendahnya potensial air ini diakibatkan oleh meningkatnya konsentrasi zat rerlarut (CaCl2) pada larutan luar sel, sehingga tanaman tidak mampu menyerap cukup air untuk kebutuhan hidupnya.
  2. Air merupakan zat esensial bagi tumbuhan, karena merupakan salah satu media pelarutan hara-hara mineral yang dibutuhkan untuk proses metabolisme. Jika kekurangan air, proses metabolism akan terhambat sehingga pertumbuhan tanaman akan terganggu. Selain itu, air berguna untuk pembentukan sitoplasma, pelarut dan media pengangkut hara mineral, medium bagi berlangsungnya reaksi-reaksi metabolisme, reaktan metabolisme, bahan baku fotosintesis, serta turgiditas sel dan jaringan. Air berperan dalam pemanjangan dari proses pertumbuhan, sehingga pengaruh dari akibat kekurangan air yang relatif lama adalah terganggunya proses-proses fisiologis tumbuhan dan akan menyebabkan perkembangan serta pertumbuhan sel/jaringan berhenti.  Defisit air juga menyebabkan terhambatnya pembelahan sel, sintesis protein dan dinding sel, penimbunan linarut, penutupan stomata, serta penimbunan linarut di dalam sitoplasma dan vakuola sel.
  3. Ditemui pada tanah yang memiliki konsentrasi solut tinggi, sehingga potensial airnya rendah. Pengaruh osmotik terdapat pada tanah yang mengandung konsentrasi mineral hara yang tinggi, sehingga potensial airnya menjadi rendah. Seperti tanah dekat limbahan industri, tanah pertanian yang telah mengalami pelapukan lanjut, dan tanah dengan akumulasi garam tinggi serta tanah-tanah basa. Tekstur dan struktur tanah juga sangat berpengaruh terhadap air perkolasi, karena dalam pergerakan air jenuh di dalam tanah ditentukan oleh potensial air dan ukuran pori tanah.
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s