Bellissime Stelle ^^

Appreciating the Smallest Imagination

PENETAPAN KUOSIEN RESPIRASI JARINGAN TUMBUHAN Juni 28, 2010

Filed under: Uncategorized — arcturusarancione @ 7:39 PM
  1. Tujuan

Menetapkan laju respirasi dan kuosien respirasi kecambah kacang hijau.

  1. Pendahuluan

Respirasi berasal dari bahasa latin. Yaitu respirare yang artinya bernafas. Respirasi merupakan reaksi katabolisme oleh O2, yang memecahkan molekul-molekul gula dan molekul lainnya menjadi molekul anorganik berupa CO2, H2O dan energi. Respirasi adalah suatu reaksi redoks, dimana substrat dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 akan diserap oleh jaringan tumbuhan sebagai agen pengoksidasi (oksidator) yang mengalami reduksi menjadi H2O. Substrat respirasi meliputi senyawa karbohidrat, glukosa, fruktosa, sukrosa, pati, lipid, asam-asam organik, dan protein. Proses respirasi yang dominan terjadi pada bagian tumbuhan yang sedang aktif tumbuh dan melakukan metabolisme, yaitu: tunas, biji yang berkecambah, ujung tunas, ujung akar, serta kuncup bunga.  Hubungan respirasi dengan lintasan metabolisme lain di dalam tumbuhan dapat dilihat melalui glikolisis, lintasan pentosa fosfat, serta siklus asam sitrat.

Kuosien respirasi adalah angka perbandingan antara volume CO2 yang dibebaskan dengan volume O2 yang diabsorbsi secara simultan oleh jaringan dalam periode waktu, suhu dan tekanan tertentu. Kuosien respirasi memberi petunjuk tentang jenis substrat yang dioksidasikan dan jenis metabolisme yang sedang berlangsung. Kuosien respirasi yang bernilai 1 berada pada titik kompensasi, merupakan suatu titik yang menunjukkan kecepatan fotosintesis yang dilakukan tumbuhan sama dengan kecepatan respirasinya (http://fistum07.wordpress.com).

III. Hasil Pengamatan

Dik :    Da  = 6 mm

Db  = 9 mm

Vt   = 250 ml

Pa                                                             Pb

0,46 mm                                                                  0,69 mm

Va                                                               Vb

3,14 . 0,52 mm . 6 mm                                             3,14 . 0,52 mm . 9 mm

4,71 mm3 7,065 mm3

4,71 . 10 –3 ml                                             7,07 . 10 –3 ml

V1                                                  V2

ml                                                              249,76 ml

Va’               Vt – V1                                                Vt – V2

250 – 249,84                                              250 – 249,76

0,16 ml                                                                     0,24 ml

Volume O2 = Vb’= 0,24 ml

Volume CO2 = Vb’ – Va’

= 0,24 – 0,16 = 0,08 ml

Maka Kuosien respirasinya =

=

= 0,33

Laju Respirasi  =

=

= 2,2.10-5 ml/mg/45 menit

Ket :    lama pengamatan 45 menit

Da = Jarak permukaan cairan pipa di atas permukaan cairan dalam gelas piala sebelum NaOH

ditumpahkan

Db =  Jarak permukaan cairan pipa di atas permukaan cairan dalam gelas piala sesudah NaOH

Ditumpahkan

Va = Volume dalam pipa, sebelum NaOH ditumpahkan

Vb = Volume dalam pipa, sesudah NaOH ditumpahkan

Pa = Tekanan gas dalam pipa, sebelum NaOH ditumpahkan

Pb = Tekanan gas dalam pipa, sesudah NaOH ditumpahkan

  1. Pembahasan

Kuosien Respirasi merupakan satuan unit yang digunakan dalam perhitungan rata-rata metabolisme dasar, yang diperoleh dari besarnya CO2 yang dihasilkan dan O2 yang digunakan (diambil) dalam respirasi. Koefisien respirasi organisme dalam kondisi setimbang biasanya berkisar antara 1 (menunjukkan bahwa substrat yang teroksidasi adalah karbohidrat murni), hingga 0,7 untuk oksidasi lemak. Nilai KR>1 menunjukkan sel yang kekurangan O2, terjadi respirasi aerob yang dibantu oleh respirasi anaerob untuk menambah energi. Sedangkan nilai KR<1 mengindikasikan bahwa sebagian/seluruh CO2 yang dihasilkan dalam respirasi digunakan langsung oleh organisme tersebut seperti untuk fotosintesis (http://en.wikipedia.org). Pada praktikum ini, nilai KR untuk kecambah Phaseolus radiatus adalah sebesar 0,33. Nilai KR yang lebih kecil dari 1 dikarenakan produksi CO2 yang lebih sedikit daripada pengambilan O2 untuk respirasi dari udara bebas. Oksigen sangat penting dalam perkembangan kecambah, karena kecambah melakukan respirasi aerob untuk memecahkan cadangan makanan dalam endosperma yang kaya akan lemak. Cadangan makanan yang digunakan dalam respirasi ini, berfungsi sebagai substrat yang dapat menghasilkan energi dalam menyokong proses pembelahan sel dan metabolisme sel lainnya (tahap awal pertumbuhan).

Ketika tanaman bertambah besar, nilai Kuosien Respirasinya akan berubah dan cenderung untuk meningkat. Tumbuhan dewasa yang telah mampu melakukan fotosintesis secara mandiri dengan kondisi aerob yang cukup, biasanya akan menggunakan karbohidrat (sukrosa) sebagai substrat respirasi yang langsung didapatkan dari proses fotosintesis. Apabila hal ini terjadi maka nilai KR=1 yang menunjukkan bahwa CO2 dan O2 berada dalam kesetimbangan antara pengambilan dan penggunaanya. Keadaan aerob ini tidak selalu terjadi, terkadang tanaman mengalami kondisi anaerob dengan ketersediaan O2 yang terbatas. Hal tersebut mengakibatkan nilai KR menjadi meningkat diatas 1. Asam malat merupakan substrat yang biasanya direspirasikan dalam keadaan ini (http://fistum07.wordpress.com).

Nilai Kuosien Respirasi kerap kali berubah-ubah, tergantung oleh beberapa faktor maupun kondisi seperti : Suhu ( mempengaruhi pengambilan O2 dan pembebasan CO2, dan umumnya juga mempengaruhi laju respirasi sehingga reaksi respirasi akan meningkat untuk kenaikan suhu sebesar 10°C), Umur tumbuhan (perbedaan umur tumbuhan ketika mengalami perkembangan dari biji, kecambah, hingga menjadi tumbuhan dewasa memiliki tingkat metabolism yang berbeda-beda. Tumbuhan muda akan memiliki nilai KR yang relatif lebih kecil daripada tumbuhan dewasa), Jenis substrat ( bila karbohidrat yang dipergunakan oleh tanaman sebagai substrat, maka KR=1. Pada jenis asam organik lainnya seperti : Triolein, Tripalmitin serta Asam Oleat rasio, akan menyebabkan rasio antara CO2 dan O2 menurun. Asam-asam lain yaitu Asam Oksalat, Asam Malat, dan Asam Tartat mampu meningkatkan nilai KR>1), Ketersediaan oksigen ( keterbatasan jumlah oksigen akan memicu reaksi anaerob yang membuat nilai KR akan menjadi lebih besar ) (http://www.practicalbiology.org).

  1. Kesimpulan

Respirasi adalah proses terbentuknya energi bebas (ATP dan NADPH) yang diperlukan dalam proses sintesis sel dan senyawa-senyawa intermediate. Kuosien respirasi diperoleh dari rasio antara volume CO2 yang dibebaskan dengan volume O2 yang diabsorbsi oleh jaringan tumbuhan. Pada praktikum ini diperoleh nilai KR sebesar 0,33/45 menit yang menunjukkan bahwa substrat respirasinya berupa Asam Palmiat (asam lemak) yang biasanya digunakan selama perkecambahan tanaman.

  1. Daftar Pustaka

[Anonim]. 2010. Respiratory Quotient [Terhubung berkala]. http://en.wikipedia.org/wiki/Respiratory_quotient?wasRedirected=true (24 April 2010)

[Anonim]. 2007. Respirasi Tumbuhan [Terhubung Berkala]. http://fistum07.wordpress.com/respirasi tumbuhan/ (24 April 2010)

[Anonim]. 2010. Measuring Respiratory Quotient [Terhubung Berkala]. http://www.practicalbiology.org/areas/advanced/energy/gas-balance-in-respiration-and-photosynthesis/measuring-respiratory-quotient,188,EXP.html (24 April 2010)

  1. Jawaban Pertanyaan

1. Berdasarkan nilai Kuosien Respirasi (KR) yang diperoleh dari percobaan ini, yaitu KR=0,33 yang berarti KR<1, menunjukkan bahwa substrat respirasi Kacang Hijau tersebut adalah asam Palmitat (asam lemak). Asam Palmitat merupakan salah satu jenis asam lemak yang dapat diubah menjadi sukrosa pada endosperm selama stadium awal perkembangan biji yang kaya akan lemak. Nilai KR yang rendah disebabkan oleh tumbuhan yang menyerap O2 dalam jumlah yang besar sedangkan CO2 yang dihasilkan menurun, O2 lebih banyak dibutuhkan dalam pembakaran lemak daripada gukosa.

2. Kuosien respirasi adalah perbandingan molekul CO2 yang dilepaskan dengan molekul O2 yang diserap, sehingga dapat diketahui seberapa besar/tinggi tingkat respirasi dalam jaringan tumbuhan. Tingkat respirasi yang tinggi menunjukkan tingginya aktivitas metabolisme yang terjadi. Kuosien respirasi menunjukkan rata-rata/keseluruhan gas untuk pembakaran dan menunjukkan jenis substrat yang digunakan sebagai bahan respirasi. Kuosien respirasi sangat berperan penting dalam penyimpanan buah, dan sangat terkait denagn kualitas benih, buah dan biji.

3. Jika substratnya C4H6O2,

2 C4H6O2 + 9O2 —› 8CO2 + 6H2O
KR = 8 mol CO2 / 9 mol O2

= 0,88 mol

Maka KR < 1

  1. Jika substratnya C18H34O2

2 C18H34O2 ‾  +  51O2 —›  36CO2 + 34H2O

KR = 36 mol CO2 / 51 mol O2

= 0,71 mol

Maka KR < 1

 

2 Responses to “PENETAPAN KUOSIEN RESPIRASI JARINGAN TUMBUHAN”

  1. mustofa Says:

    sip
    mohon hasil pengamatan sendiri
    jangan copast


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s