Bellissime Stelle ^^

Appreciating the Smallest Imagination

INISIASI AKAR Juni 28, 2010

Filed under: Uncategorized — arcturusarancione @ 8:19 PM
  1. Tujuan

Merangsang pembentukan akar pada stek batang kacang panjang dengan auksin

  1. Pendahuluan

Auksin berasal dari bahasa Yunani “Auxano” yang berarti tumbuh atau bertambah. Auksin merupakan golongan dari substansi permacu pertumbuhan tanaman dan morfogen (fitohormon) yang paling awal ditemukan. Salah satu anggota dari auksin yang paling dikenal adalah IAA. Suatu system sel tumbuhan memerlukan auksin untuk pertumbuhan, pembagian tugas (divisi,) maupun ekspansi selular. Fungsi auksin tergantung pada jaringan yang spesifik; seperti pada batang, akar, dan buah. Auksin dapat memacu pemanjangan apical batang, ekspansi lateral rambut akar, atau ekspansi isodiametrik dalam pertumbuhan buah. Beberapa kasus (pertumbuhan koleoptil), auksin memacu ekspansi selular tanpa adanya pembagian divisi dalam sel tersebut. Kasus lainnya, auksin dapat mendorong pembagian divisi dan ekspansi sel dalam jaringan yang sama seperti inisiasi akar (http://en.wikipedia.org).

Inisiasi merupakan salah satu aspek dari tumbuh pada tanaman dengan menghasilkan bagian-bagian atau organ baru. Kenaikan jumlah akar merupakan salah satu dari ciri pertumbuhan atau inisiasi tersebut. Rambut akar dapat tumbuh dari akar utama (akar lateral) maupun berasal dari jaringan batang tumbuhan ( akar adventif), yang dapat dipacu dengan pemberian golongan hormon auksin dalam jumlah tertentu. Daerah tergenerasi akar terletak pada absisat batang yang dipotong mengikuti perpindahan polar auksin menuju proses akhir fisiologi, yang letaknya lebih dekat pada ujung tanaman ( Mukherji and Ghosh, 2000 ).

  1. Hasil Pengamatan
No Pengamatan yang dilakukan Perlakuan
Air Destilata Larutan Hoagland larutan Hoagland + 0,1 mg IAA/l Larutan Hoagland + 1,0 mg IAA/l
Tanaman 1 Tanaman 2 Tanaman 1 Tanaman 2 Tanaman 1 Tanaman 2
1 Jumlah baris akar lateral 7 4 12 5 10 16 12
2 Jumlah akar lateral (dengan panjang lebih dan sama dengan 1 mm) 7 4 12 5 9 15 12
3 Jumlah primordia akar lateral (panjang kurang dari 1 mm) dalam tiap baris 0 0 0 0 1 1 0
4 Panjang akar lateral (dalam mm) 30,7 71 243 80 182 132 105

IV.  Pembahasan

Stek adalah suatu perlakuan pemisahan, pemotongan beberapa bagian dari tanaman dengan tujuan agar bagian-bagian tersebut membentuk akar. Pembentukan akar-akar dari stek adalah berupa akar-akar lateral, atau yang akar yang berbaris-baris dan tumbuh menyamping  Akar lateral berasal dari pasangan sel-sel pericycle, dengan beberapa sel terletak bersebrangan dengan xylem. Pertumbuhan akar lateral tersebut dipicu oleh auksin, dengan cara transportasi polar. Transportasi polar tersebut digunakan tumbuhan sebagai agen pembawa auksin dari sumber (source) menuju ke tempat yang membutuhkan seperti akar (sink) (Lakitan, 1994).

Inisiasi akar dalam praktikum ini dipacu oleh pemberian auksin pada media tumbuh stek batang kacang panjang. Biji kacang panjang pada mulanya ditanam dalam media tanah selama 5 hari, setelah itu dipotong hingga menyisakan hipokotil. Tanaman yang dipotong tersebut akan digunakan sebagai tanaman percobaan pada kultur air. Kultur air untuk percobaan ini diberikan konsentrasi auksin yang berbeda, dengan perlakuan lain berupa media air destilata dan larutan Hoagland. Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh data bahwa stek kacang panjang dengan larutan hoagland memiliki akar yang terbanyak, dilanjutkan oleh larutan hoagland + 0,1 mg IAA/l, larutan hoagland + 1,0 mg IAA/l, dan yang terakhir adalah air destilata. Akar yang diamati meliputi akar jenis lateral (>1 mm) dan akar primordial (<1 mm). Rata-rata panjang akar lateral tersebut juga berbeda secara signifikan, yakni : 157 mm (larutan hoagland); 131 mm (larutan hoagland + 0,1 mg IAA/l); 118,5 mm (larutan hoagland +  1,0 mg IAA/l); dan air destilata sebesar 30,7 mm. Berdasarkan literature yang ada, terdapat hubungan antara pertumbuhan akar, batang, dan tunas pada tumbuhan dengan auksin. Konsentrasi auksin yang rendah dapat memacu pertumbuhan akar lateral lebih cepat, sebaliknya akan menghambat pertumbuhan pada kadar yang tinggi. Kadar optimum hormon auksin untuk pertumbuhan akar jauh lebih rendah, kira-kira 1/100.000 dari kadar optimum untuk pertumbuhan batang (Dwidjosepoetro, 1986). Auksin tersebut sangat aktif dalam mempercepat dan memperbanyak keluarnya akar lateral dari stek batang, sehingga penyerapan air dan unsur hara pada tanaman dapat mencapai ukuran optimum.

Hasil percobaan ini kurang sesuai dengan literatur, karena jumlah dan panjang akar lateral terbanyak justru dijumpai pada kultur larutan hoagland tanpa IAA. Seharusnya larutan hoagland + 0,1 mg IAA/l memiliki jumlah akar terbanyak, karena pengaruh auksin akan efektif pada konsentrasi yang kecil. Apabila dosis auksin terlalu besar, seperti pada kultur 1,0 mg IAA/l justru akan menghambat pertumbuhan akar tanaman dan menyebabkan keracunan pada seluruh jaringan tanaman. Kesalahan hasil pengamatan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti : botol yang digunakan pada kultur tidak gelap sempurna (botol yang tembus cahaya matahari akan menghambat kerja auksin, karena auksin berpengaruh optimum pada kondisi gelap), kondisi tanaman yang kurang sehat ketika dipindahkan ke dalam kultur (kandungan nitrogen dan karbohidrat tanaman kecil), pemotongan bagian batang tanaman yang terlalu pendek oleh praktikan sehingga bagian bawahnya tidak mencapai kultur, serta toleransi tanaman yang berbeda-beda terhadap perlakuan tertentu.

  1. Kesimpulan

Inisiasi akar merupakan salah satu mekanisme dalam menerapkan stek batang pada tumbuhan. Inisiasi akar dipicu oleh pemberian hormone auksin dalam konsentrasi tertentu. Berdasarkan literatur, konsentrasi auksin yang kecil akan mendorong tumbuhnya akar. Sedangkan pada konsentrasi yang besar justru akan menghambat munculnya akar lateral. Praktikan mengalami kegagalan pada percobaan ini, karena hasil yang didapatkan tidak sesuai denagn literature (Jumlah dan panjang total kar lateral terbanyak pada media larutan hoagland).

  1. Daftar Pustaka

Dwidjosepoetro. 1986. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : Gramedia.

Lakitan, B. 1994. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Mukherji, S and Ghosh., 2002. Plant Physiology. New Delhi: Tata Mc. Graw Hill Publishing Company Limite.

[Anonim]. 2010. Auxin [terhubung berkala]. http://en.wikipedia.org/wiki/Auxin (22 Mei 2010).

  1. Jawaban Pertanyaan
  2. Hormon auksin berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dan perpanjangan akar lateral (pada konsentrasi optimum auksin). Jika konsentrasi auksin terlalu tinggi maka akan menghambat pertumbuhan dan perpanjangan akar.
  3. Inisiasi akar dengan auksin menyebabkan pertumbuhan akar secara lateral. Perlakuan pertama adalah dengan mengamati jumlah baris sedangkan perlakuan kedua mengamati panjang akar lateral. Inisiasi akar didapatkan dengan bertambah panjangnya akar lateral tersebut, karena inisiasi akar itu terjadi pada bagian ujung akar, maka pertumbuhannya selalu dominan untuk memanjang, selain dikarenakan letak hormon auksin selalu berada di bagian ujung sel.

3.   Konsentrasi auksin yang rendah merupakan konsentrai auksin yang efektif untuk inisiasi akar, karena auksin dngan konsentrasi yang sangat tinggi atau sangat rendah justru akan menghambat pertumbuhan akar.

4.      a. Memicu pertumbuhan dan perpanjangan akar

b. Pembentukan buah dan bunga

c. Pembentukan tunas

d. Absisi daun dan buah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s